The Magnificent Seven (2016) (3/5)



"I seek righteousness. But I'll take revenge,"

RottenTomatoes: 64% | IMDb: 7,2/10 | Metascore: 53/100 | NikenBicaraFilm: 3/5

Rated: PG-13
Genre: Action & Adventure

Directed by Antoine Fuqua ; Produced by Roger Birnbaum, Todd Black ; Screenplay by Nic Pizzolatto, Richard Wenk ; Based on Seven Samurai by Akira Kurosawa, Shinobu Hashimoto, Hideo Oguni ; Starring Denzel Washington, Chris Pratt, Ethan Hawke, Vincent D'Onofrio, Byung-hun Lee, Manuel Garcia-Rulfo, Martin Sensmeier, Haley Bennett, Peter Sarsgaard ; Music by James Horner, Simon Franglen ; Cinematography Mauro Fiore ; Edited by John Refoua ; Production companies LStar Capital, Village Roadshow Pictures, Pin High Productions, Escape Artists ; Distributed by Metro-Goldwyn-Mayer, Columbia Pictures ; Release dates September 8, 2016 (TIFF), September 23, 2016 (United States) ; Running time 133 minutes ; Country United States ; Language English ; Budget $108 million (gross)

Story / Cerita / Sinopsis :
Kota Rose Creek diserang dan dikuasi oleh kapitalis jahat Bogue (Peter Sarsgaard). Emma Cullen (Haley Bennet) kemudian meminta bantuan Sam Chisolm (Denzel Washington) - yang kemudian membentuk tim bersama keenam orang lainnya - untuk menyelamatkan kotanya. 

Review / Resensi :
The Magnificent Seven adalah remake dari film berjudul sama tahun 1960 - yang sebenarnya merupakan adaptasi dari film Akira Kurosawa berjudul Seven Samurai (1950). The Magnificent Seven versi tahun 1960 disebut-sebut sebagai salah satu pioner film western yang cukup populer, terutama karena film tersebut dibintangi oleh aktor populer (atau belakangan populer) pada masanya, seperti Steve McQueen, Charles Bronson, dan Yul Brynner. Berhubung saya belum pernah nonton versi orisinilnya (dan nggak ada rencana buat nonton juga, karena western dan classic movie bukan tipe film kesukaan saya), jadi melalui review ini saya nggak berupaya untuk membandingkan dengan karya aslinya. Tapi banyak orang bilang bahwa The Magnificent Seven sama sekali tidak mampu menyaingi karya awalnya, dan walau saya belum nonton versi tahun 1960, saya tahu bahwa film garapan Antoine Fuqua (Training Day, The Equalizer) ini punya banyak sekali kelemahan.

Jika menilai The Magnificent Seven sebagai pure film blockbuster hit, maka sebenarnya The Magnificent Seven tidak terlalu buruk. Adegan action-nya walaupun nggak bisa dibilang cukup kreatif, masih agak menghibur (walaupun saya sendiri merasa adegannya nggak seru sama sekali). Saya sendiri lebih tertarik pada aspek sinematografi dan setting lokasi yang cukup memanjakan mata. Selain itu, yang menarik adalah bagaimana Antoine Fuqua berupaya untuk tidak terjebak pada whitewashing melalui cast-nya yang beragam. Peran utama diberikan kepada Denzel Washington sebagai Sam Chisolm yang berkulit hitam. Selain itu sebagai anggota lainnya ada Chris Pratt dan Ethan Hawke yang berkulit putih, Manuel Garcia-Rulfo sebagai mexican (or texican?), Lee Byung-Hyun yang Asian, dan Martin Seinsmeir yang orang Indian. Antoine Fuqua juga menyisipkan Haley Bennet sebagai tokoh perempuan pemberani yang pasti akan memanjakan mata laki-laki (because even tough she looks modest but surely she has a hot body)

Lalu apa yang menjadi kelemahan The Magnificent Seven? Pertama, sebagai suatu tim yang dijuluki "The Magnificent Seven", kenyataanya sulit sekali mempercayai bahwa tim yang terdiri dari 7 orang ini adalah tim yang solid. Kalaupun solid, tidak ada momen yang bisa menunjukkan bahwa ketujuhnya bisa memiliki ikatan kuat dan emosional di antara mereka. Naskah yang dikerjakan Nic Pizzolato dan Richard Wenk tampak kedodoran dalam membangun proses bagaimana ketujuhnya bisa bergabung menjadi tim yang kuat dan kesannya maksa. Ketujuh harusnya punya karakterisasi yang uniik, namun sayangnya tidak digali cukup dalam sehingga saya tidak bisa membedakan bagaimana karakter mereka. Sebagai tim yang rata-rata seorang penjahat, motivasi mempertahankan sebuah kota dari serangan orang jahat dengan taruhan nyawa sendiri tampaknya juga kok nggak masuk di akal (they're good people! We must help them! - sounds too simple for me!). Ada beberapa subplot yang bagi saya membutuhkan penjelasan lebih jauh namun juga disajikan begitu hambar dan tanpa informasi yang cukup.

Kedua, eksekusinya terkesan "nanggung". Jika melihat trailernya, terkesan bahwa The Magnificent Seven adalah sebuah film fun yang ringan, dengan bumbu komedi yang kental. Unsur komedi di film ini datangnya dari karakter Chris Pratt sebagai Josh Farraday yang punya porsi sama besarnya dengan karakter Denzel Washington sebagai Sam Chilsom. Namun saya merasa The Magnificent Seven agak nanggung dalam eksekusi komedinya, hingga filmnya terkesan serius. Dan sebenarnya ada banyak joke yang kayaknya mau ngelucu, tapi terlalu sering berakhir missed dan garing. Saya pikir cuma saya yang nggak paham joke-nya, tapi ternyata tidak terdengar pula tawa dari penonton lainnya di bioskop sehingga saya merasa kesalahan bukan ada pada saya. 

Ketiga, sebagai sebuah film action, The Magnificent Seven sendiri terasa kurang intens dan emosional. Saya tidak merasakan kepedulian yang cukup pada penduduk Rose Creek, dan tidak ada momen yang bikin saya tegang sama sekali. Adegan klimaks pada babak pertarungan akhirnya pun terasa sangat standar dan kurang seru. (Spoiler) Oke lah, pertarungan mempertahankan kota yang dilakukan oleh The Magnificent Seven dibantu warga sipil penduduk kota melawan ratusan pasukan terlatih pimpinan Bogue (Peter Sarsgaard) terkesan sebagai mission impossible karena kalah jumlah. Namun jadi tidak impossible karena lawannya rupanya tidak dibekali kecakapan otak, karena mereka serang cuma asal serang tanpa main strategi. But maybe I was taking it too serious haha. Intinya, adegan action-nya hanya berupa lontaran peluru dan ledakan dinamit, tanpa ada sesuatu yang lebih kreatif dan menarik. Untung saja film ini punya Bill (Lee Byung-Hyun) yang ahli pisau dan Red Harvest (Martin Seinsmer) yang ahli memanah - sehingga ada adegan action sedikit asyik dan agak berbeda yang tidak melibatkan sekedar tembak-tembakan. 
Overview:
Jika menilik tujuannya sebagai sebuah blockbuster hit, maka The Magnificent Seven bisa dibilang tidak terlalu buruk. Cast-nya beragam dan adegan actionnya walau sedikit membosankan tapi akan cukup menyenangkan penonton pecinta western mainstream. Namun The Magnificent Seven menyimpang banyak kekurangan: sebagai sebuah film ringan banyak jokes-nya yang meleset, tidak ada momen intens dan menegangkan yang bisa menyeret penonton ke klimaks permasalahan, dan harus diakui film ini emotionless dan sedikit "maksa". Sebagai remake dari sebuah karya classic, The Magnificent Seven adalah proyek modernisasi yang mudah dilupakan, mediocre, hambar, dan sebenarnya tidak terlalu diperlukan.

Komentar

Posting Komentar

You could agree or disagree. Share your thought!