Loving (2016) (4,5/5)


Tell the judge I love my wife.
RottenTomatoes: 89% | IMDb: 7,1/10 | Metascore: 79/100 | NikenBicaraFilm: 4,5/5

Rated: PG-13
Genre: Drama, Romance

Directed by Jeff Nichols ; Produced by Ged Doherty, Colin Firth, Nancy Buirski, Sarah Green, Marc Turtletaub, Peter Saraf ; Screenplay by Jeff Nichols ; Based on The Loving Story by Nancy Buirski ; Starring Joel Edgerton, Ruth Negga, Marton Csokas, Nick Kroll, Michael Shannon ; Music by David Wingo ; Cinematography Adam Stone ; Edited by Julie Monroe ; Production companies Big Beach, Raindog Films ; Distributed by Focus Features, Insiders ; Release date May 16, 2016 (Cannes Film Festival), November 4, 2016 (United States) ; Running time 123 minutes ; Country United Kingdom, United States ; Language English ; Budget $9 million

Story / Cerita / Sinopsis :
Berdasarkan kisah nyata kasus Loving v Virginia, Loving menceritakan tentang pernikahan beda ras antara Richard Loving (Joel Edgerton) dan Midget Jeter (Ruth Negga) yang dianggap ilegal oleh negara bagian Virginia. 

Review / Resensi: 
"Almighty God created the races white, black, yellow, malay and red, and he placed them on separate continents. And but for the interference with his [arrangement] there would be no cause for such marriages. The fact that he separated the races shows that he did not intend for the races to mix." - Caroline County Circuit Court Judge Leon M. Bazile
Baca tulisan di atas? Serasa seperti perkataan konyol dan tidak masuk akal dari para bigot atau suporter Trump. Kalimat di atas merupakan kalimat nyata yang menjadi alasan bagi Hakim Bazile menegakkan hukum pelarangan interracial marriage di negara bagian Virginia pada akhir tahun 50-an. Generasi kita mungkin telah mengetahui bahwa rasisme itu buruk, namun dalam sejarah manusia, rupanya manusia butuh waktu panjang untuk akhirnya menyadari hal itu. Hei, umat manusia yang katanya makhluk paling pintar dan sempurna di muka bumi ini baru menyadari bahwa setiap manusia itu punya hak asasi yang sama itu baru sekitar seratus-dua ratus tahun lalu lho. Kejadian yang melatarbelakangi kisah Loving ini, dimana pernikahan antar ras dilarang, tidak terjadi beratus-ratus tahun yang lalu, tapi baru 60 tahun lalu! (NB: Oh yes, ketahuilah bahwa "kebenaran", "legal atau tidak legal",  itu sifatnya relatif mengikuti jaman dan tatanan sosial. So, jangan paksain kita yang berteknologi tinggi ini kembali hidup dengan aturan tahun 600 M yaa!).

Loving diambil dari kisah nyata - yang telah didokumentasikan oleh Nancy Buirski dalam The Loving Story (2011) - tentang pasangan beda ras yang pernikahannya dianggap ilegal oleh negara bagian. Kebayang nggak sih gimana rasanya pernikahan kita dianggap melanggar hukum dan kita diancam penjara gara-gara cinta? Isu rasisme dan ketidakadilan ini adalah bahan mudah untuk membuat film yang dramatis, namun Jeff Nichols melakukan pendekatan lain yang berbeda. Saya uda pernah nonton film-film Jeff Nichols sebelumnya yakni Take Shelter (2011) dan Midnight Special (2016), dan Loving ini membawa aura yang sama. Alih-alih menyampaikan isu rasisme dalam bentuk kemarahan, Loving disajikan dengan cara yang sunyi, lembut, pelan, dan...... to be honest, buat sebagian orang agak membosankan. But for me? Saya dibuat mewek abiz donk.

Loving adalah sebuah kisah cinta, dan mengetahui kisah ini beneran diambil dari nyata bikin saya yang emang akhir-akhir ini lagi di fase romantis jadi makin baper. Makanya saya emosional banget nonton ini. Jeff Nichols tidak membawa Loving ke arah hingar bingar perdebatan dan argumentasi panjang di courtroom, atau memberikan drama dikotomi antara si baik banget (si keluarga Loving) versus si jahat banget (institusi negara), namun ia fokus membangun Loving murni pada kisah cinta antara Richard dan Mildred. Segala emosi yang mungkin kita dapatkan karena ketidakadilan dari hukum konstitusi yang konyol itu disampaikan lewat permainan emosi dan ekspresi yang sebenarnya agak samar-samar dari kedua tokoh utama.

Romantisme di antara keduanya juga bukanlah romantisme yang "vulgar" ala-ala pasangan ABG yang pamer kemesraan di instagram. Sebaliknya, romantisme keduanya hadir pada sesuatu yang sangat subtil, tidak terlalu jelas, namun kita tahu itu mendalam, dan ini justru yang bikin tambah romantis! Richard Loving punya karakter yang kaku, sedangkan istrinya sedikit pemalu dan pendiam. Namun ikatan emosional keduanya mampu dihadirkan dengan meyakinkan melalui gestur tubuh, melalui percakapan singkat, melalui pelukan dalam diam.... beruntung Loving ini punya Joel Edgerton dan Ruth Nigga yang tidak hanya berakting baik namun juga memiliki chemistry yang sangat indah dilihat. Dan ketika karakter Richard (Edgerton) berkata sedih, "Tell a judge I love my wife..." mata saya langsung berkaca-kaca sedih. Apalagi pas bagian endingnya, saya langsung nangis lebay. (Saya juga baper maksimal pas Richard ngelamar Mildred dengan cara yang sederhana banget).

Loving is a good heartbreaking movie, namun sebagaimana saya dibikin ngantuk pas nonton film Jeff Nichols yang Take Shelter, di beberapa bagian film ini saya tetap saja merasa bahwa film ini memang agak membosankan. Malah saya ketiduran pas nonton pertama. Buat sebagian orang memang film ini kurang dinamis dan kurang intens. Namun sebagaimana Take Shelter juga, biarpun berjalan dalam "hening",  pada beberapa momennya Loving masih punya cengkraman emosional kuat yang tetap saja memikat. Cuma... ya butuh fokus ekstra sedikit keras dan sabar aja buat nontonnya.

Overview :
Sebuah kisah cinta yang indah dan sekaligus menyedihkan ketika cinta tidak bisa bersatu dengan mudah karena sekedar perbedaan warna kulit. Isu sensitif yang dramatis ini namun diolah oleh Jeff Nichols dengan caranya: dengan lembut, perlahan, emosional yang subtil. namun demikian tentu buat sebagian orang Loving jadi agak membosankan. This movie want to prove that love is powerful, dan tahu bahwa kisah ini diangkat dari kisah nyata bikin film ini terasa makin menakjubkan. Joel Edgerton dan Ruth Nigga bermain dengan sangat baik, dan chemistry mereka begitu real dan menawan. Kalau dihitung-hitung, saya empat kali dibikin nangis pas nonton film ini (kayaknya saya aja yang cengeng). 

Komentar

  1. Maaf mba niken, sebelumnya sy pernah mendeklarasikan diri sebagai fans mba, tetapi sy kecewa karena mba memutuskan masuk ke ranah agama.
    "So, jangan paksain kita yang berteknologi tinggi ini kembali hidup dengan aturan tahun 600 M yaa!)". Saya yakin yg mba maksud itu pasti Alquran (alquran pertama kali diturunkan 10 agustus 610 M) Itu merupakan pikiran terdangkal dan terbodoh yg pernah sy baca dari mba.
    Jangan pernah membuat sesuatu penilaian terhada subject yg belum mba pelajari/kuasai, semaju apapun jaman, Alquran akan selalu menjadi pedoman hidup bagi umat islam .
    Btw silahkan kaji alquran dan berikan saya 1 saja ayat yg berisi peraturan yg merugikan hidup kita sebagai manusia???.
    Sebagai penutup, dalam alquran kita diajarkan :
    1. Barangsiapa membunuh manusia dengan sengaja tanpa kesalahan seoalah olah ia telah membunuh manusia semuanya al-maidah 32
    2. Allah berfirman, artinya,“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin….”
    Annisa 36
    Dan masih banyak lagi aturan2 positip untuk kita sebagai manusia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mas Adham.. mohon maaf kalau ada ketersinggungan. Saya cuma menyampaikan opini pribadi dan saya mohon maaf kalau kalimat di atas saya akui memang kurang bijak saya sampaikan di blog film ini..

      Saya nggak bermaksud bilang bahwa Al Quran tidak relevan, namun penerapan tafsirnya (berikut aturan-aturan jaman nabi Muhammad) yang harus disesuaikan dengan jaman. Bisa dibedakan keduanya. Hukum rajam, potong tangan, perbudakan, poligami, bagi saya adalah contoh aturan abad tersebut yang sudah tidak sesuai dengan jaman sekarang.

      Terimakasih atas tanggapannya :)

      Hapus
    2. 1. Tiap menit di belahan dunia manapun terjadi pencurian, perampokan, pembunuhan, pemerkosaan. Yg korbannya juga Manusia. Yg dilahirkan, dibesarkan oleh orangtuanya yg juga Manusia yg punya perasaan.

      Saat kita melihat hukum syariat itu kejam, sempat nggak berpikir kalau hukum yg dibuat manusia sendiri tidak lebih kejam karena efek jera yg rendah atas nama hak asasi manusia?
      Qishos: Mata dibayar mata, Nyawa dibayar nyawa.
      Hukum potong tangan bagi pencuri, rajam bagi pezina.
      Anda akan berpikir 1000x untuk nyuri, berzina dengan putri atau (bahkan) istri orang atau melakukan kekerasan kepada orang lain. Balasannya nggak main-main. Sampai poin ini semoga sudah ada sedikit gambaran ya mbak, ttg hukum Islam yg kata mbak nggak cocok dgn so called manusia di era canggih ini.

      2. Poligami: Selama mbak hidup, berapa kali pernah lihat atau kenal dgn pasangan yg selingkuh? Yg mmg laki2nya tidak cukup sama seorang perempuan saja. Bitter truth, yg kyk gini mmg ada. Trus yg koar2 antipoligami bisa nggak ngasih solusi buat yg kyk gini. Dalam Islam, selingkuh, zina, itu cambuk sampai rajam hukumnya. Dgn poligami, semua istri mendapat hak, kedudukan dan kemuliaan yg sama sbg seorang istri. Bukan selingkuhan, bukan budak nafsu yg dibayar kpn mau trus ditinggal. Anak2 hasil pernikahannya mendapat hak yg sama seperti anak lainnya. Jelas asal usul dan nasabnya.
      Mungkin mbak berpikir saya berpihak kpd kepentingan laki2 yg cuma peduli pada nafsunya atau sekedar melegalkan kebutuhan biologisnya. Tapi bukankah sekalipun poligami diperbolehkan dlm Islam, tidak semua laki2 muslim melakukannya. Karena tidak semua laki2 diciptakan dgn kebutuhan yg sama. Dan apapun itu, dgn pernikahan, kebaikan wanita dan anak2 hasil pernikahannya juga di kedepankan.
      Itu poligami yg benar.
      Jika selama ini melihat praktik poligami yg salah, jgn lantas hukum Islamnya yg dikambing hitamkan.

      Mbak Niken (yg sepintas saya baca2 masih galau sama keyakinannya).
      Kalau mbak beriman kepada Tuhan yg Esa dan Rasulnya sebagai utusanNya: Pernahkah mbak berpikir ttg penciptaan langit, bumi, semesta, termasuk susunan syaraf kita yg sedemikian detail dan kompleks?

      Bagaimana mungkin yg menciptakan itu semua bisa missed some spots ttg hukum yg dibuatnya untuk let say bbrp ribu tahun setelah diutus Nabi yg terakhir?
      Yg bikin kita menganggap diri sudah luar biasa modernnya sehingga hukum buatan Tuhan itu bisa usang karena perubahan jaman?

      Yg bisa menjadi usang adalah hukum buatan manusia sendiri, karena kalau kita bikin sekarang, maka mungkin jadi super usang kalau dipakai sama 3 generasi kita berikutnya.

      Hukum Syariat adalah buatan Allah Azza wa Jalla. Yg menciptakan alam semesta, seisinya dan Creator semua aspek dan sistem didalamnya.

      Sudah ditentukan dan diturunkan Nabi yg terakhir berarti semua pedoman sudah sempurna. Tidak akan usang sampai hari kiamat tiba.

      "...This day, I have perfected your religion for you, And I have completed my blessing upon you, And I have chosen Islam as your way of life..."
      Al Maidah verse 3.

      Hapus
    3. Wah... jadi bahas agama... hehe..

      Terimakasih mas sudah berbagi uneg-uneg di sini. Menyenangkan bisa tahu sudut pandang orang lain.. :)

      Hapus

Posting Komentar

You could agree or disagree. Share your thought!